Edukasi Perkembangan Balita Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Main Article Content
Abstract
Lebih dari 200 juta anak yang berusia kurang dari 5 tahun menunjukkan keterlambatan perkembangan setiap tahunnya. Terdapat juga 86% kasus keterlambatan perkembangan terjadi di Negara berkembang. Dikawatirkan sekitar 43 % anak di Negara berkembang akan mengalami gangguan perkembangan. Permasalahan dalam perkembangan pada anak usia pra sekolah dapat dideteksi dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Pemantauan perkembangan balita dilaksanakan secara serentak di Lingkungan Kelurahan Panjer. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara serentak di Kelurahan Panjer dilakukan pada tangga l 3 dan 27 Agustus 2022 melalui dua tahapan. Tahapan pertama dilakukan pada 60 peserta dengan kegiatan edukasi tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, evaluasi pre test dan post test, pengukuran antropometri balita, pemantauan perkembangan balita menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Tahap kedua dilakukan kegiatan pemeriksaan ulangan perkembangan kepada balita yang perkembangan pada tahap pertama tidak sesuai sejumlah 8 balita. Terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dilakukan edukasi pertumbuhan dan perkembangan balita dengan sesudah dilakukan edukasi. Balita yang memiliki antropomotri berdasarkan berat badan dengan usia didapatkan sebagian besar balita memiliki pertumbuhan yang normal sebesar 54 balita (90%) dengan hasil perkembangan sesuai lebih besar daripada balita dengan perkembangan yang tidak sesuai sebesar 52 balita (86,7%). Terdapat peningkatan pengetahuan orang tua dari sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi pertumbuhan dan perkembangan balita usia 1-3 tahun. Orang tua diharapkan untuk terus menstimulasi perkembangan balita dan rutin memantau tumbuh kembang balita setiap bulannya di posyandu serta diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemantauan tumbuh kembang balita bisa terus dilakukan oleh ITEKES Bali
Downloads
Article Details
References
Era Revika, Yuni Fitriana, A. A. (2019). Pemantauan Kemampuan Anak Dalam Mencapai Tumbuh Kembang Yang Optimal dengan Deteksi Tumbuh Kembang Pada Anak Usia 2-5 TAHUN di TK Ulil Albab Era. Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada, 1(1), 6–12.
Kemenkes RI. (2016). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi,Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Maretiani, D. N., Rahman, T., Muslihin, H. Y., Guru, P., Anak, P., Dini, U., & Indonesia, U. P. (2021). Analisis Keterampilan Motorik Halus Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Tunas Bangsa, V(1), 23–30. https://doi.org/10.29313/ga
Mutiara, H., Apriliana, E., Suwandi, J. F., & Utami, N. (2019). Screening Pertumbuhan Anak, Edukasi tentang Stunting serta Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Anak pada Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Negeri di Provinsi Lampung dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Anak Indonesia. JPM (Jurnal Pengabdian Masyakat) Ruwa Jurai, 4(1), 36–41.
Prastiwi, M. H. (2019). Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 3-6 Tahun. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 1–8. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.162
Santri, A; Idriansari, A; Girsang, B, M. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) Dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(1), 63–70.
Soetjiningsih dan Ranuh. (2015). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
UNICEF. (2016). Investasi pada Perkembangan Anak Usia Dini Penting untuk Membantu Anak dan Masyarakat. Jakarta: Temuan Lancet Series.
Yulianti, Nova, Putri Argianti, Lily Herlina, dan S. N. I. O. (2018). Analisis Pantauan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah Dengan Kuesioner Pra Skrining Pertumbuhan (KPSP) Di Bkb Paud Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Periode Oktober 2017. Jurnal Kebidanan, 1(1), 45–52.