Sehat di Tengah Vulkanik di Banjar Adat Gede, Desa Adat Muncan, Kabupaten Karangasem
Main Article Content
Abstract
Bencana adalah bagian dari kehidupan yang datang secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi kapan, bagaimana, dan di mana akan terjadi. Gunung meletus adalah peristiwa keluarnya endapan magma dari dalam perut bumi yang didorong oleh gas bertekanan tinggi. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana termasuk Banjar Adat Gede Desa Adat Muncan Karangasem, perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui penyuluhan kesehatan. Ancaman erupsi Gunung Agung memiliki dampak negatif berupa material berbahaya seperti lahar dan abu vulkanik panas yang dapat merusak pemukiman warga dan menyebabkan berbagai penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Dengan adanya penyuluhan kesehatan yang tepat, masyarakat dapat memahami bagaimana menjaga kesehatan mereka selama dan setelah bencana. Edukasi yang diberikan berupa cara mempertahankan kesehatan ditengah gunung meletus adalah dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Setelah mendapatkan materi Sehat di Tengah Vulkanik, pengetahuan masyarakat meningkat dengan nilai p-value 0,000 (p<α 0,5%) dapat disimpulkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bencana gunung meletus.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2017. Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana. Jakarta Timur: Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB.
Bassols, J. B., Vazquez-Sune, E., Crosetto, M., Barra, A., & Gerard, P. (2021). D-InSAR monitoring of Ground Deformation Related to the Dewatering of Contruction Sites. A Case STudy of Glories Square, Barcelona. Engineering Geology 286.
Fitriana, N. F., & Yulistiani, M. (2020). Optimalisasi Kemampuan Penanganan Cedera Rumah Tangga dengan Metode Pemberian Booklet pada Warga Karang Rau Purwokerto. Indonesian Journal of Community Dedication, 2(1), 9-12.
Kurniawati, D. (2020). Komunikasi mitigasi bencana sebagai kewaspadaan masyarakat menghadapi bencana. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study, 6(1), 51-58.
Laksmi, I. A. A. (2019). Penerapan Pelatihan Siap Siaga Bencana (Sigana) Dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Pada Pecalang. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 24. https://doi.org/10.31100/matappa .v2i1.308
Nasional Tempo. (den 9 November 2017). PVMBG: Aktivitas Gunung Agung Meningkat Lagi. Hämtat från Tempo.Co: https://nasional.tempo.co/read/1032089/pvmbg-aktivitas-gunung-agung-meningkat-lagi Desember 2017.
Rahayu, Ariyanto, D. P., Komariah, Hartati, S., Syamsiyah, J., & Dewi, W. S. (2014). dampak Erupsi Gunung Merapi Terhadap Lahan Dan Upaya-Upaya Pemulihannya. XXIX(1), 61–72.
Tribun Bali. (den 30 Oktober 2017). Tribun Bali. Hämtat från bali.tribunnews.com: http://bali.tribunnews.com/2017/10/30/10-fakta-aktivitas-gunung-agung-hingga-turun-status-jadi-siaga- kasbani-tidak-ada-unsur-tekanan Desember 2017.
Wardyaningrum, D. (2015). Fungsi Komunikasi Kelompok Dalam Menghadapi Potensi Bencana Alam (Studi pada Anggota Kelompok Masyarakat di Wilayah Rawan Bencana Gunung Berapi). Communication, 6(2).