Implementasi Pemberian Nugget Tempe Kedelai Untuk kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang

Main Article Content

Marliah Yaya
Misrawati
Mirna

Abstract

Anak usia dibawah lima tahun (balita) merupakan kelompok yang rentan terhadap suatu masalah kesehatan dan gizi. Balita gizi kurang mempunyai risiko meninggal lebih tinggi dibandingkan yang tidak kurang gizi. Setiap tahun kurang lebih sebelas juta balita di seluruh dunia meninggal karena penyakit infeksi seperti ISPA, diare, malaria, campak. Ironisnya 54 % dari kematian tersebut berkaitan dengan kurang gizi. Kekurangan gizi meliputi Kurang Energi Protein (KEP) dan kekurangan zat gizi mikro seperti Vitamin A, besi, iodium, dan zinc (Saputra, 2014). Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan angka kejadian Balita Gizi Kurang dengan pemanfaatan Nugget Tempe Kedelai  yang selama ini belum banyak diketahui manfaatnya oleh masyarakat. Nugget Tempe Kedelai kaya akan karbohidrat, protein, Lemak, (Meriam, 2017)


Tujuan kegiatan untuk memberikan informasi dan pengetahuan mengenai Nugget Tempe kedelai Untuk penambahan nutrisi, kepada seluruh ibu khususnya yang memiliki balita Gizi Kurang Di Puskesmas Pattingaloang,  Penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab pada peserta. Kegiatan dilakukan tanggal 29 Januari 2024 dengan jumlah peserta  20 orang. Hasil yang diperoleh adalah para peserta memahami manfaat mengenai Nugget Tempe Kedelai Untuk Kenaikan Berat badan balita gizi kurang. Para peserta   memberikan respon yang baik bahkan salah seorang peserta meminta untuk kegiatan selanjutnya mengenai demonstran pengolahannya.

Abstract viewed = 305 times
PDF downloaded = 108 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yaya, M., Misrawati, & Mirna. (2024). Implementasi Pemberian Nugget Tempe Kedelai Untuk kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA), 2(2), 6-10. https://doi.org/10.36474/abdinusa.v2i2.500
Section
Articles

References

Bhandary, Shruti. et al., 2012, A Clinical Comparison of In-Ofiice Management of Dentin Hypersensitivity In a Short Term Treatment Period, IJBAR, 3 (3) : 1-6.
G.K. Gupta, Agrawal Deepika , R.K. Arya, Prevalence risk factors and socio demographic co – relates of adolescent hypertension in districtGhaziabad.Indian Journal of community Health .c2013
Hardiansyah S. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2017. Hockenberry, M. J., Wilson, D. & Rodgers, C. C., 2016. Wong's Essentials of Pediatric Nursing. s.l.:Elsevier.
Illahi RK. Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir Dan Panjang Lahir Dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan Di Bangkalan. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS DrSoetomo. 2017;3(1).
Irawati,Anies dan Rossy Rozanna. Pemberian Formula Tempe Pada Penderita Gizi Buruk Untuk Mempercepat Penyembuhan, 2008. Akses tanggal 12maret2014.bpk.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/viewFile/1 947/2532.
Kabeta, A., belegavi, D., & Gizachew, Y., 2017. Factors Associated With Nutritional Status Of Under – Five In Yiraglem Town South Ethiopia. IOSR jurnal of nurding and health science (iosr-jnhs) vvolume 6, issue 2 ver. V (mar, - apr. 2017): 78-74
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016. Diakses tanggal 28Oktober2018. Khomsan A. Ekologi Masalah Gizi, pangan Dan Kemiskinan. Bandung: Alvabeta;2012.
Lamid A. B. Masalah Kependekan (Stunting) pada Anak Balita: Analisis Prospek Penanggulangannya di Indonesia. IPB Press,. 2015.
Saputra, Lyndon. 2014. Buku Saku Keperawatan Pasien dengan Gangguan Fungs iKardiovaskuler.TangerangSelatan:BinarupaAksaraPublisher. Supariasa IDN, Bakri B, ., Fajar I. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC,; 2012.
Setiadi (2013). Konsep dan Praktek Penulisan Riset Keperawatan, Edisi 2.
Yogyakarta, Graha Ilmu
Soetjiningsih. 2014. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Sulistianingsih A. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Desa Podomoro Kabupaten Pringsewu. Jurnal STIKes Muhammadiyah. 2012.
Sutomo, B & Anggraini, D. Y., Makanan Sehat Pendamping ASI. Demedia. Jakarta. Supriasa. Pendidikan & Konsultasi Gizi. Jakarta: EGC; 2014.
UNICEF, WHO & Group, W. B., 2016. Levels and Trends in Child Malnutrition.
Joint Child Malnutrion Estimates, p. 3.
Yuliaty, dkk (2014). Buku Ajar Keperawatan Geneoretik (T. Ari Ed) Jakarta CV,
Trans Info Medika.