Penyuluhan Keluarga Berencana untuk Meningkatkan Kesehatan Keluarga

Main Article Content

Indah Yun Diniaty Rosidi
Wa Ode Sri Wati Lestari

Abstract

Kesehatan keluarga merupakan pondasi utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Salah satu strategi yang telah lama diterapkan untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui program Keluarga Berencana (KB). KB bukan hanya berkaitan dengan pengaturan kelahiran, tetapi juga merupakan upaya komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dari aspek kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Pentingnya program KB juga tercermin dari hubungan eratnya dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Jarak kelahiran yang terlalu dekat dan kehamilan yang tidak direncanakan menjadi faktor risiko utama dalam kesehatan maternal dan neonatal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya program KB, memberikan informasi tentang berbagai metode KB yang aman dan efektif, menumbukan kesedaran akan peran KB dalam meningkatkan kesehatan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap program KB. Edukasi yang disampaikan secara langsung dan interaktif terbukti efektif menjawab berbagai mispersepsi dan kekhawatiran yang dimiliki peserta.

Abstract viewed = 280 times
PDF downloaded = 162 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yun Diniaty Rosidi, I., & Wa Ode Sri Wati Lestari. (2025). Penyuluhan Keluarga Berencana untuk Meningkatkan Kesehatan Keluarga . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA), 3(1), 17-21. https://doi.org/10.36474/abdinusa.v3i1.505
Section
Articles

References

BKKBN. (2022). Profil Kependudukan Indonesia 2022. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Bongaarts, J. (2017). The effect of family planning programs on fertility in the developing world. Population Council.
Darmayanti, I. N., & Susanti, N. (2018). Dampak jarak kehamilan terhadap risiko kematian maternal. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5(2), 55–62.
Devi, S., Fatchiya, A., & Susanto, D. (2016). Kapasitas kader dalam penyuluhan keluarga berencana di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penyuluhan, 12(2), 144-156.
Fitriani, H., & Nugroho, H. (2019). Strategi komunikasi kesehatan dalam penyuluhan KB. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 7(2), 45–53.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).
Meilani, M., & Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali, A. (2020). Pemilihan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) pada akseptor Keluarga Berencana. Jurnal Kebidanan, 9(1), 31-38.
Munandar, B. (2017). Peran informasi keluarga berencana pada persepsi dalam praktik keluarga berencana. Jurnal Swarnabhumi: Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi, 2(1).
Nasution, S. M., & Lestari, T. (2021). Preferensi metode kontrasepsi pada wanita usia subur. Jurnal Bidan Indonesia, 12(1), 22–29.
Rosidi, I. Y. D., Lestari, W. O. S. W., & Salim, I. L. (2025). EDUKASI DAN DETEKSI DINI HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE DI KELURAHAN WALE KOTA BAUBAU. SINAR SANG SURYA: Jurnal Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1), 108-113.
Sari, D. P., & Yuliana, M. (2020). Mitos dan fakta tentang KB di masyarakat pedesaan. Jurnal Promkes, 8(1), 10–18.
Susanti, E. T., & Sari, H. L. (2020). Pendidikan Kesehatan Tentang Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi. Jurnal Kesehatan, 9(1), 53-57.
UNFPA. (2020). State of World Population 2020: Against my will. United Nations Population Fund.
WHO. (2021). Family Planning/Contraception. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning-contraception
Zuhriyah, A., Indarjo, S., Budi, B., Kesehatan, R. P., Perilaku, I., Ilmu, J., & Masyarakat, K. (2017). Kampung Keluarga Berencana dalam Peningkatan Efektivitas Program Keluarga Berencana. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 1(4), 1–13. https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/15195