https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)2026-06-17T02:56:19+08:00Bdn. Ni Made Egar Adhiestiani, S.ST., M.Kebjurnal.abdinusa@stikes-binausadabali.ac.idOpen Journal SystemsJurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/625Senyum (Senam Nyaman Untuk Menurunkan Tekanan Darah) Di Desa Tajau Landung2026-06-09T13:16:44+08:00Ayu Marlianaayumarliana02@gmail.comIka Friscilaika.friscila@unism.ac.idFrani Marianafranimariana22@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab meningkatnya tekanan darah pada kelompok usia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta melatih lansia melakukan SENYUM (Senam Nyaman Untuk Menurunkan Tekanan Darah) sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tajau Landung dengan sasaran lansia yang aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi senam, dan pendampingan praktik senam secara langsung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia mampu memahami manfaat aktivitas fisik serta dapat mengikuti gerakan senam dengan baik. Selain itu, sebagian peserta mengalami penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan senam secara rutin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi hipertensi.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/626Penyuluhan Remaja Tentang Anemia dan Kesehatan Reproduksi di SD IT Diniyah Pekanbaru2026-06-09T13:16:49+08:00Laila Alzimahlaellatulaprilia@gmail.com<p>Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial secara cepat sehingga memerlukan perhatian khusus terhadap status kesehatan, terutama terkait anemia dan kesehatan reproduksi. Anemia pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat berdampak pada konsentrasi belajar, pertumbuhan, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Selain itu, pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi masih terbatas karena kurangnya informasi yang benar dan sesuai usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia dan kesehatan reproduksi melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi interaktif dengan media presentasi PowerPoint. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 07 November 2025 di SD IT Diniyah Pekanbaru dengan sasaran siswi kelas V sebanyak 15 orang. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, gejala, dampak anemia terhadap kesehatan dan kesehatan reproduksi, cara pencegahan anemia, serta cara menjaga kesehatan organ reproduksi. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab secara lisan untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, sehingga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai anemia dan kesehatan reproduksi. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk menerapkan perilaku hidup sehat serta mencegah anemia sejak dini.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/627Pendampingan Kader dalam Optimalisasi Kelengkapan Pengisian Buku KIA pada Kehamilan 2026-06-09T13:22:31+08:00Komang Ayu Purnama Dewimangayupurnama8@gmail.com<p>Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia masih belum optimal. Data Riskesdas 2018 menunjukkan hanya 10,5% Buku KIA yang terisi lengkap. Kader kesehatan memiliki peran krusial sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan kelengkapan pengisian Buku KIA melalui pendampingan kader di wilayah kerja Puskesmas II Banjarangkan. Kegiatan ini melibatkan 12 orang kader dan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa penyuluhan pengisian Buku KIA yang menghasilkan peningkatan nilai rata-rata dari 54 (pre-tes) menjadi 100 (post-tes). Tahap kedua fokus pada penyuluhan peran kader dalam pengisian Buku KIA, dengan peningkatan skor rata-rata dari 58 menjadi 100. Tahap ketiga merupakan pendampingan langsung dalam pengisian kelengkapan buku pada ibu hamil. Hasil pendampingan menunjukkan terjadi peningkatan dalam administrasi, di mana jumlah Buku KIA yang terisi lengkap meningkat dari 46 buku menjadi 94 buku. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader secara drastis. Kader diharapkan dapat mempertahankan konsistensi dalam mendampingi ibu hamil serta memastikan setiap Buku KIA terisi lengkap demi pemantauan kesehatan yang lebih akurat.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/634Optimalisasi Kader Kesehatan Sekolah Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche 2026-06-17T02:56:19+08:00Nis'atul Khoirohnis.atul@undiksha.ac.idNabila Amelia Hanisyah Putrih.putri@undiksha.ac.idIrma Rahmayaniirmarahmayani@undiksha.ac.idMuhammad Idrismuhammad@undiksha.ac.id<p>Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja. Kesiapan mental sangat diperlukan sebelum menarche karena perasaan cemas dan takut akan muncul. Setiap anak usia sekolah dan remaja harus diberikan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan sekolah seperti guru dan kader kesehatan sekolah. Hal ini menunjukkan perlunya dilakukan inisiasi dan optimalisasi kader kesehatan sekolah sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menarche atau menstruasi dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Metode yang digunakan dalam kegiatan inisiasi dan optimalisasi kader kesehatan sekolah sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche ini adalah pelatihan serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai menarche atau menstruasi dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan terjadinya perubahan perilaku remaja putri dalam memperbaiki kualitas hidup sebagai upaya perawatan kesehatan reproduksi perempuan.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/630Edukasi Teknik Pernafasan Pursed-Lips untuk Mencegah Kelelahan pada Fase Kala II Persalinan 2026-06-09T13:24:10+08:00muldaniyahniamilda33@gmail.comKartika Aslijulykartika43@gmail.com<p>Kelelahan saat mengejan merupakan tantangan bagi ibu bersalin yang berdampak pada durasi persalinan dan kesejahteraan janin. Teknik pernapasan yang tidak efisien sering kali menyebabkan pemborosan energi dan penurunan saturasi oksigen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu hamil mengenai teknik pernapasan Pursed-Lips sebagai upaya preventif dalam meminimalkan kelelahan fisik selama proses mengejan. Metode yang digunakan yaitu Pendekatan edukasi dilakukan melalui edukasi dan demonstrasi langsung. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta ibu hamil trimester III. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme pernapasan yang mengatur tekanan intra-abdomen secara efektif. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui uji pre-test dan post-test. Hasilnya yaitu Implementasi edukasi menunjukkan peningkatan pemahaman responden sebesar 77,8% mengenai kontrol napas. Secara naratif, teknik Pursed-Lips terbukti membantu responden mempertahankan ketenangan, mengatur ritme mengejan yang lebih sinkron dengan kontraksi, dan mengurangi sensasi sesak napas yang memicu kelelahan prematur. Partisipan melaporkan merasa lebih memegang kendali atas tubuh mereka selama simulasi persalinan. Kesimpul Dari kegiatan ini yaitu teknik pernapasan Pursed-Lips efektif dalam memberikan kesiapan fisik dan mental bagi ibu untuk menghadapi fase mengejan tanpa kelelahan berlebih. Disarankan bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk mengintegrasikan teknik ini ke dalam kelas ibu hamil atau asuhan persalinan normal secara rutin guna meningkatkan kualitas pengalaman persalinan dan mencegah komplikasi akibat kelelahan ibu.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/633Taman Sensori Pintar Eksplorasi Multi Sensori untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Optimal2026-06-09T13:17:06+08:00Ni Putu Riza Kurnia Indriana Ni Puturizakurnia1788.stikesbali@gmail.comPutu Inge Ruth Suantika ing.nge@gmail.comNi Made Ayu Yulia Raswati Tejaayuteja.stikesbali@gmail.comNi Wayan Erviana Puspita Dewiervicabi@gmail.comKomang Ayu Purnama Dewi6 Purnama Dewiayupurnama.stikesbali@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian masyarakat di TK Kasih Sayang Denpasar dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya stimulasi sensorik dan mengembangkan kemampuan sensori anak usia dini melalui kegiatan “Taman Sensori Pintar”.Tujuan kegiatan ini yaitu untuk melaksanakan kegiatan stimulasi sensori pada anak usia dini dan memberikan edukasi kepada guru terkait stimulasi sensori pada anak. Metode kegiatan meliputi edukasi kepada guru dengan pre-test dan post-test serta praktik stimulasi pada anak di tiga pos aktivitas, yaitu peraba, penglihatan, dan pengecapan.Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru sebesar 80% dan sebagian besar anak mampu mengenali tekstur, warna, bentuk, dan rasa dengan baik, menandakan kegiatan multisensori efektif untuk mendukung perkembangan sensori dan kognitif anak. Kesimpulannya, edukasi dan penerapan stimulasi sensorik terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD. Disarankan agar guru mengintegrasikan kegiatan sensorik dalam rutinitas belajar dan sekolah terus mengembangkan pelatihan serupa secara berkelanjutan</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/635Pemberdayaan PMR dalam Pencegahan Anemia dan Peningkatan Kesadaran Gizi Seimbang di Sekolah2026-06-17T02:56:01+08:00Nabila Amelia Hanisyah Putrih.putri@undiksha.ac.idNis’atul Khoirohnis.atul@undiksha.ac.idYuni Kurniawatiyuni.kurniawati@undiksha.ac.idHesteria Friska Armynia Subrathaarmynia.subratha@undiksha.ac.id<p>Permasalahan gizi pada anak sekolah dan remaja memerlukan perhatian serius karena berdampak pada kualitas kesehatan jangka panjang. Selama ini, intervensi pemerintah cenderung terfokus pada ibu hamil, padahal pencegahan anemia seharusnya dimulai sejak dini, terutama pada remaja putri sebagai calon ibu. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan anggota PMR Mula (tingkat SD) sebagai agen perubahan untuk menyebarkan informasi mengenai gizi seimbang dan anemia. Metode yang digunakan berbasis IPTEK inovatif, mencakup penggunaan media interaktif seperti permainan ular tangga edukatif, <em>e-poster</em>, dan diskusi partisipatif. Selain edukasi, dilakukan pula pelantikan pengurus serta pendampingan dalam penyusunan strategi aksi di lingkungan sekolah.Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Penggunaan media kreatif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa, yang ditandai dengan peningkatan skor <em>post-test</em>. Program ini menegaskan bahwa keterlibatan siswa sejak dini merupakan langkah preventif strategis dalam membangun kesadaran kesehatan di sekolah.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/636Pemberdayaan Generasi Z Melalui Edukasi Sanitasi dan Gizi Seimbang dalam Upaya Pencegahan Stunting2026-06-17T02:55:44+08:00Stella Bakarastellabakara@icloud.comNurul Assyifa Wardananurulassyifawardana64@gmail.com<p>Kesehatan remaja merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang, namun masih rendahnya pemahaman mengenai keterkaitan antara sanitasi, gizi seimbang, dan kesehatan reproduksi menjadi tantangan dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Generasi Z terkait sanitasi dan gizi sebagai upaya preventif stunting. Kegiatan dilakukan melalui edukasi daring dengan desain quasi-experimental one group pretest-posttest pada 254 peserta usia 13-28 tahun dari berbagai daerah di Indonesia. Intervensi diberikan melalui penyampaian materi berbasis evidence menggunakan media presentasi, video edukatif, dan diskusi interaktif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserts dari 3,79 pada pretest menjadi 4,03 pada posttest. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efeketif dalam meningkatkan pemahaman peserta meskipun peningkatannya belum optimal. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi berkeanjutan dan pendekatan interaktif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja serta mendorong peran aktif mereka sebagai agen perubahan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/637Edukasi Pemeriksaan IVA Dan Pap Smear Di Wilayah Desa Murung Selong2026-06-16T02:39:52+08:00Mimimimiiyy0907@gmail.comIka Friscilaika.friscila@unism.ac.idSismeri Donasismeridonas2keb06@gmail.com<p>Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi tantangan, terutama pada wanita usia subur (WUS), yang dapat dicegah melalui deteksi dini seperti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pap smear. Namun, rendahnya pengetahuan dan kesadaran WUS mengenai pentingnya pemeriksaan tersebut menjadi kendala dalam upaya pencegahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS tentang deteksi dini kanker serviks melalui penyuluhan kesehatan dengan media leaflet di Desa Murung Selong. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi melalui kuesioner pengetahuan pretest dan posttest. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang WUS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana sebelum penyuluhan hanya 20% peserta memiliki pengetahuan kategori baik, sedangkan setelah penyuluhan meningkat menjadi 100%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah interaktif yang didukung media leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran WUS terhadap pentingnya pemeriksaan IVA dan Pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)https://ejournal.stikes-binausadabali.ac.id/index.php/abdinusa/article/view/640Penyuluhan Kesiapan Menghadapi Menstuasi Pertama (Menarche) Guna Mengurangi Kecemasan 2026-06-16T02:39:35+08:00Ria Harnita Sarirharnitasari@gmail.comNurhapipahnurhapipah@htp.ac.id<p>Menstruasi yang pertama kali terjadi pada remaja putri di sebut dengan Menarche. Remaja putri yang mengalami menarche akan merasa gelisah, bingung dan tidak nyaman. Ketidakstabilan psikologis, emosi, dan rendahnya pengetahuan siswi Sekolah Dasar menjadikan siswi cemas, takut dan tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan ketika mengalami menstruasi tersebut, tetapi mau tidak mau siswi tersebut harus siap menerima kondisi ini, oleh karena itu persiapan menjelang menstruasi penting untuk dipelajari untuk kesiapan jika menstruasi terjadi secara tiba-tiba. Sepanjang kehidupan, perempuan dan anak perempuan dengan ketidakmampuan belajar kepada ibu terhadap kesiapan menghadapi menarchea dan mengakses informasi dan dukungan mengenai menstruasi, namun masih banyak orang tua yang masih mengabaikan inisiatif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan menstruasi. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di SD 024 Tarai Kota Pekanbaru, ditemukan bahwa didapatkan pengetahuan siswi kurang untuk kesiapan menghadapi menarchea 92,1%. Oleh karena itu dengan adanya penyuluhan ini bisa menambah pengetahuan siswi setelah mendapat penyuluhan Kesehatan serta pembentukan sistem monitoring yang berkelanjutan di sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman meningkatkan pengetahuan siswi sekolah dasar tentang menarche. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 40 siswa kelas VI. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan siswa sebelum penyuluhan kesiapan menghadapi menstruasi sebesar 60% dan menigkat 100% setelah diberikan penyuluhan.</p>2026-05-28T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)