Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis Paru
DOI:
https://doi.org/10.36474/caring.v3i1.118Keywords:
Tuberkulosis Paru, Kepatuhan Minum Obat, PMOAbstract
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang upaya pengendaliannya menjadi salah satu target dunia yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru merupakan kendala yang sering dihadapi oleh pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas I dan III Denpasar Utara. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebesar 42 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi yaitu sebanyak 29 orang (69%). Jumlah penderita yang memiliki PMO di rumah yaitu sebanyak 28 orang (66,7%). Tingginya kepatuhan minum obat pada penelitian ini karena adanya keinginan untuk sembuh dari diri sendiri dan dukungan keluarga serta informasi yang lengkap dari petugas kesehatan. Hal ini juga dikarenakan puskesmas memiliki program khusus untuk menanggulangi TB yaitu P2TB yang melakukan kunjungan rumah setiap seminggu dua kali. Ada beberapa responden dengan kepatuhan yang rendah disebabkan karena rendahnya motivasi yang dimiliki oleh responden. Saran kepada pihak puskesmas diharapkan program Puskesmas terkait TB yaitu P2TB ditingkatkan.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Ni Luh Kadek Fitria Dewi, Ni Luh Putu Dewi Puspawati, I Made Sumberartawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta atas artikelnya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal.
- Artikel dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Siapa pun boleh menyalin, menyebarkan, dan mengadaptasi artikel untuk tujuan apa pun, asalkan mencantumkan sumber aslinya dan membagikan karya turunannya dengan lisensi yang sama. Artikel yang terbit sebelum perubahan lisensi ini tetap berlisensi CC BY-NC 4.0, sesuai yang tercantum pada artikelnya.
- Penulis boleh mengarsipkan versi pra-cetak, pasca-cetak, maupun PDF terbitan di repositori institusi atau tempat lain, dengan menyebutkan publikasi pertamanya di jurnal ini.

