Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Kekambuhan Halusinasi Dengar

Authors

  • Claudia Wuri Prihandini Prihandini Indonesia
  • Ni Komang Matalia Gandari Indonesia
  • Ni Wayan Bunter Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36474/caring.v3i2.125

Keywords:

cognitive behavior therapy, halusinasi, tingkat kekambuhan

Abstract

Halusinasi adalah merasakan segala sesuatu dalam keadaan sadar yang tampak nyata, namun sebenarnya hanya diciptakan oleh persepsi pikiran sendiri. Pasien dengan halusinasi pendengaran jika tidak segera ditangani akan berakibat kehilangan kontrol seperti bunuh diri, membunuh, bahkan merusak lingkungan. Terapi keperawatan yang direkomendasikan adalah Cognitive Behaviour Therapy (CBT). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh CBT terhadap penurunan tingkat kekambuhan halusinasi dengar. Penelitian ini menggunakan desain one group pre test post test dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang dengan menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen untuk mengumpulkan data menggunakan instrumen Psychotic Syndrome Rating Scale. Data dianalisis dengan uji paired-t. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan pemberian terapi CBT memberi pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap tingkat kekambuhan halusinasi pada pasien dengan halusinasi dengar dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adrian. (2016). Perbedaan Tingkat Depresi Remaja Awal Ditinjau Dari Jenis Humor Yang Digunakan. Universitas Kristen Satya Wacana. Retrieved from https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/802010011_Full text.pdf

Beck, J. S. (2011). Cognitive Behaviour Therapy : Basic and Beyond (2nd ed.). New York: The Guilford Press.

Damaiyanti, M., & Iskandar. (2012). Asuhan Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama.

Granholm, E., Holden, J., Link, P. C., & McQuaid, J. R. (2014). Randomized Clinical Trial of Cognitive Behavioral Social Skills Training for Schizophrenia: Improvement in Functioning and Experiential Negative Symptoms. J Consult Clin Psychol, 82(6), 1173–1185. https://doi.org/10.1 037/a0037098.Randomized DOI: https://doi.org/10.1037/a0037098

Kaplan, H. I., & Saddock, B. J. (2010). Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Tangerang: Bina Rupa.

Komalasari, G., Wahyuni, E., & Karsih. (2011). Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: PT Indeks.

Sarandria. (2012). Efektifitas Cognitive Behavioural Therapy (CBT) Untuk Meningkatkan Self Esteem Pada Dewasa Muda. Universitas Indonesia.

Somers, J., & Queree, M. (2007). Core information document on cognitive-behavioral therapy. Vancouver: Centre for Applied Research in Mental Health and Addiction (CARMHA) at Simon Fraser University.

Stuart, G. W., & Laraia, M. T. (2009). Principles and Practice of Psychiatric Nursing (8th ed.). Missouri: Mosby, Inc.

WHO. (2017). Depression and Other Common Mental Disorders Global Health Estimates. Geneva. Retrieved from https://www.who.int/mental _health/management/depression/prevalence_global_health_estimates/en/

Yosep, I. (2009). Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama.

Additional Files

Published

12/09/2019

How to Cite

Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Kekambuhan Halusinasi Dengar. (2019). CARING (Center of Publication in Midwifery and Nursing) : Jurnal Publikasi Penelitian Kebidanan Dan Keperawatan, 3(2), 46-50. https://doi.org/10.36474/caring.v3i2.125

Most read articles by the same author(s)