Strategi Penanggulangan Nyeri Bendungan ASI Pada Ibu Nifas
DOI:
https://doi.org/10.36474/caring.v3i2.136Keywords:
strategi penanggulangan, bendungan ASI, nyeriAbstract
Bendungan ASI merupakan suatu kondisi yang tidak menyenangkan yang dialami sebagian besar wanita pada periode nifas. Bendungan ASI yang tidak diatasi dapat menghambat proses menyusui, seperti nyeri pada payudara dan komplikasi yang lanjut, seperti infeksi payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi penanggulangan nyeri bendungan ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan perspektif fenomenologis. Pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan jumlah 6 responden yang mengalami bendungan ASI sejak hari ketiga sampai hari kesepuluh nifas. Hasil penelitian dari analisis data menunjukkan terdapat metode penanggulangan bervariasi untuk mengatasi nyeri yang disebabkan oleh bendungan ASI. Perlakuan yang dilakukan seperti melakukan pompa ASI, massage, melakukan kompres hangat dan melakukan kompres dingin. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nyeri dapat menurun dengan menggunakan strategi penanggulangan medik dan non medik. Rekomendasi selanjutnya untuk lebih mengeksplorasi terkait nilai-nilai budaya yang diyakini pada ibu nifas dalam proses menyusui.
Downloads
References
Astutik, R. Y. (2014). Payudara dan Laktasi. Jakarta: Salemba Medika.
Cole, M. (2012). Lactation after Perinatal, Neonatal, or Infant Loss. Clinical Lactation, 3, 94–100. https://doi.org/10.1891/215805312807022897
Elvira, D., & Panjaitan, A. A. (2017). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Nifas Dengan Sikap Dalam Melakukan Perawatan Payudara di Rumah Sakit Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya Tahun 2017. Jurnal Kebidanan, 7(1), 55–62.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. (D. Budjianto, Yudianto, B. Hardhana, & T. A. Soenardi, Eds.). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Petunjuk Teknis Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lawrence, R. A., & Lawrence, R. M. (2010). Breastfeeding: A Guide for the Medical Professional (7th ed.). Missouri: Elsevier Mosby.
Mansyur, N., & Dahlan, A. K. (2014). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Malang: Selaksa Medika.
Manuaba, I. B. G. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan (2nd ed.). Jakarta: EGC.
Meihartati, T. (2017). Hubungan Antara Perawatan Payudara Dengan Kejadian Bendungan ASI (Engorgement) Pada Ibu Nifas. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 13(1), 19–24.
Santoso, S. D. H., Kusmiyati, Y., & Margono. (2016). Jurnal : Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 9(1), 19–22.
Wahyuni, E. D. (2018). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan.
Witt, A. M., Bolman, M., Kredit, S., & Vanic, A. (2016). Therapeutic Breast Massage in Lactation for the Management of Engorgement , Plugged Ducts , and Mastitis. Journal of Human Lactation, 32(1), 123–131. https://doi.org/10.1177/0890334415619439
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Pande Putu Indah Purnamayanthi Indah, Made Ririn Sri Wulandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta atas artikelnya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal.
- Artikel dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Siapa pun boleh menyalin, menyebarkan, dan mengadaptasi artikel untuk tujuan apa pun, asalkan mencantumkan sumber aslinya dan membagikan karya turunannya dengan lisensi yang sama. Artikel yang terbit sebelum perubahan lisensi ini tetap berlisensi CC BY-NC 4.0, sesuai yang tercantum pada artikelnya.
- Penulis boleh mengarsipkan versi pra-cetak, pasca-cetak, maupun PDF terbitan di repositori institusi atau tempat lain, dengan menyebutkan publikasi pertamanya di jurnal ini.

