Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia

Authors

  • Sri Mulia Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan STIKes Yarsi Mataram Indonesia
  • Dian Istiana Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas STIKes Yarsi Mataram Indonesia
  • Dewi Nur Sukma Purqoti Departemen Keperawatan Medikal Bedah STIKes Yarsi Mataram Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36474/caring.v4i1.175

Keywords:

lansia, hipertensi, brisk walking exercise

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh brisk walking excercise terhadap penurunan tekanan darah. Desain penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan one group pretest-posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 60 dan 18 orang direkrut sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh brisk walking excercise terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik dengan nilai p masing-masing 0,000 (sistolik) dan 0,003 (diastolik). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara brisk walking excercise terhadap penurunan tekanan
darah pada lansia dengan hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan dalam tatalaksana pasien hipertensi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andria, K. M. (2013). Hubungan Antara Perilaku Olahraga, Stress, dan Pola Makan Dengan Tingkat Hipertensi Pada Lanjut Usia di Posyandu Lansia Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Jurnal Promkes2, 1(2), 11–117.

Armilawaty, Amalia, H., & Amiruddin, R. (2007, December 8). Hipertensi dan faktor risikonya dalam kajian epidemiologi : New Paradigm for Public Health. Retrieved from https://ridwanamiruddin.wordpress.com/2007/12/08/hipertensi-dan-faktorrisikonya-dalam-kajian-epidemiologi/Badan

Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018. Jakarta. Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2019).

Profil Kesehatan NTB 2018. Mataram. Kementerian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta.

Kowalski, R. E. (2010). Terapi Hipertensi : Program 8 Minggu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Srtoke Secara Alami. Bandung: Qanita

Nugroho, W. (2012). Keperawatan Gerontik & Geriatrik (3rd ed.). Jakarta: EGC

Nursalam. (2016). Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Pradono, J. (2010). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi di Daerah Perkotaan (Analisis Data Riskesdas 2007). Gizi Indonesia, 33 (1), 59–66

Puskesmas Ampenan. (2019). Data Penyakit Tidak Menular. Ampenan.

Sherwood, L. (2011). Fisiologi Manusia (6th ed.). Jakarta: EGC

Wijayakusuma, H. (2008). Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit. Jakarta: Pustaka Bunda.

Suranti, I. (2017). Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Andalas Tahun 2016. Universitas Andalas. WHO. (2019). Hypertension. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Additional Files

Published

06/29/2020

How to Cite

Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia. (2020). CARING (Center of Publication in Midwifery and Nursing) : Jurnal Publikasi Penelitian Kebidanan Dan Keperawatan, 4(1), 1-6. https://doi.org/10.36474/caring.v4i1.175