Hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Kelas VIII di SMP Negeri 2 Kuta Utara
DOI:
https://doi.org/10.36474/caring.v5i2.199Keywords:
Indeks Masa Tubuh, Siklus Menstruasi, Remaja PutriAbstract
Latar Belakang: Salah satu perubahan yang terjadi pada remaja putri adalah terjadinya menstruasi. Menstruasi yang terjadi secara berulang dan teratur setiap bulan pada akhirnya akan membentuk suatu siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang terjadi pada remaja putri tidak selalu teratur karena sebagian remaja putri mengalami masalah terkait gangguan siklus menstruasi yang salah satu faktor penyebabnya adalah indeks masa tubuh dari remaja tersebut. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 2 Kuta Utara. Metedologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Teknik sampling dengan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi siklus menstruasi, timbangan badan digital dan pengukur tinggi badan. Data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 35,7% responden dengan indeks masa tubuh normal dan 42,9% mengalami siklus menstruasi normal. Berdasarkan uji hipotesis didapatkan bahwa p=0,001 dan r=0,539 yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di SMP Negeri 2 Kuta Utara. Kesimpulan: Perawat diharapkan dapat meningkatkan perannya sebagai edukator dalam mengedukasi dan memberikan informasi kepada remaja untuk dapat menjaga status gizi dan juga indeks masa tubuh sehingga siklus menstruasi dapat teratur.
Downloads
References
Adnyani, N. N. (2012). ’Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada remaja putri kelas X di SMA PGRI 4 DENPASAR. Jurnal Keperawatan. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, 9–18.
Aljadidi, Almutrafi, Bamousa, Alshehri, Alrashidi, A. (2016). The influence of exam stress on menstrual dysfunctions in Saudi Arabia. J Health Edu Res, 11 (4), 1–4. DOI: https://doi.org/10.4172/2380-5439.1000196
Andriana. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada mahasiswa di Universitas Pasir Pangarayan. Jurnal Maternity & Neonatal, 2 (5).
Andriyani. (2012). Siklus Menstruasi. Retrieved from http//www.google.com
Ariadi,Silfiren, lipoeto N. (2017). Effect of Nutritional status fat consumption pattern on menstrual cycle of female students in senior high school. Joernal Obstetry, 10 (1), 6–10. DOI: https://doi.org/10.3923/rjog.2017.6.10
Arisman. (2010). Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta: EGC.
Asrori, Ali. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Calis, Popat, Dang, K. (2013). Dysmenorrhea.
Candra, Karina. (2017). Hubungan Obesitas Sentral dengan Siklus Menstruasi dan Dysmenorrhea Primer pada Remaja. J. Nutr. Coll, 6, 319–325. Retrieved from //media.neliti.com/media/publications/200466-hubungan-obesitas-sentral-dengan-siklus.pdf DOI: https://doi.org/10.14710/jnc.v6i4.18669
Depkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.
Dieny. (2014). Permasalahan Gizi Pada Remaja Putri. Graha Ilmu.
Febrina. (2016). Hubungan Status Gizi dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada Siswi Remaja di SMAN 12 Padang tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 35–44.
Felicia. (2015). Hubungan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di PSIK FK universitas sam ratulangi manado. Joernal Keperawatan (e-Kp), Volume 3. DOI: https://doi.org/10.14710/jnc.v3i2.5438
Fitria. (2016). Hubungan Tingkat Stress Dengan Siklus Menstruasi Pada Guru dan Karyawan SMP Negeri 18 Surakarta. 3, 2407–2656.
Hossam, Nadia, Nahed, T. (2016). The relationship between menstrual cycle irregularity and body mass index among secondary schools pupils. IOSR Journal of Nursing and Health Science, 5(1), 48–52.
Hupitoyo. (2011). Obesitas dan Infertilitas. Bumi Kisara.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan. Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Ismael, S. dan. (2014). Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Jakarta: Sagung Seto.
Kusmiran, Eny. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Kusmiran, E. (2014). Kesehatan Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Murni. (2015). Hubungan obesitas dengan kejadian gangguan siklus menstruasi pada perempuan dewasa awal di wilayah rw 03 kelurahan ujung menteng kecamatan cakung jakarta timur tahun 2015.
Notoatmodjo, S. (2010). Metode penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Nursalam. (2013). konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. (2016). Metodologi penelitian ilmu keperawatan, jakarta. Jakarta: Salemba Medika.
Prawihardjo, S. (2014). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka.
Primastuti. (2012). Hubungan Obesitas Dengan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi.
Purnama. (2016). Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Lama Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Relationship Of Body Mass Index With The Length Menstrual Cycle At Student Class Of 2016 Faculty Of Medicine , University Of Lam. Majority, 7(6), 1–7.
Rakhmawati. (2012). Hubungan obesitas dengan kejadian Gangguan siklus menstruasi pada wanita dewasa muda. Retrieved from eprints.undip.ac.id. DOI: https://doi.org/10.14710/jnc.v2i1.2106
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Prevalensi Obesitas Kelompok Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Samir, Hanan, E. (2012). The correlation
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Ni Putu Mitha Aprilia Suantari, Komang Yogi Triana, Claudia Prihandini, A.A. Ngurah Nara Kusuma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta atas artikelnya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal.
- Artikel dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Siapa pun boleh menyalin, menyebarkan, dan mengadaptasi artikel untuk tujuan apa pun, asalkan mencantumkan sumber aslinya dan membagikan karya turunannya dengan lisensi yang sama. Artikel yang terbit sebelum perubahan lisensi ini tetap berlisensi CC BY-NC 4.0, sesuai yang tercantum pada artikelnya.
- Penulis boleh mengarsipkan versi pra-cetak, pasca-cetak, maupun PDF terbitan di repositori institusi atau tempat lain, dengan menyebutkan publikasi pertamanya di jurnal ini.

