Hubungan Stigma Sosial dan Kualitas Hidup pada Anak dengan HIV/AIDS di Yayasan VSE Jakarta Barat
DOI:
https://doi.org/10.36474/caring.v5i2.201Keywords:
Stigma Sosial, Kualitas Hidup, HIV/AIDSAbstract
Latar Belakang: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi memperburuk kualitas hidup pada anak dengan HIV/AIDS seperti stigma sosial yang muncul dilingkungan masyarakat. Stigma sosial yang beredar pada masyarat dan memandang atau diskriminasi anak dengan HIV/AIDS dapat menurunkan kualitas hidup pada anak sehingga tidak mau mengikuti pengobatan atau hilang semangat pada anak dengan HIV/AIDS. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan stigma sosial dan kualitas hidup pada anak dengan HIV/AIDS. Metedologi: Penelitian ini mengunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner stigma sosial dan lembar kuesioner kualitas hidup yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Chi Square. Hasil: Terdapat kualitas hidup tidak baik sebanyak 12 responden (66,7%), dan sebanyak 6 responden dengan kualitas hidup baik (33,3%). Stigma baik sebanyak 12 responden dengan kualitas hidup baik sebanyak 1 (8,3%) dan sebanyak 11 responden memiliki kualitas hidup baik sebesar (91,7%). Hasil uji stastistik Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara stigma sosial dan kualitas hidup dengan p-value = 0,02 dengan nilai normal < (0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukan stigma sosial berpengaruh pada kualitas hidup anak karenadengan stigma yang ditrima dapat menurun kan imun tubuh anak dan menurunkan kualitas hidup sehari-hari pada anak dengan HIV/AIDS.
Downloads
References
Alfianto, S. (2013). Dinamika Perkembangan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Implikasinya di Masyarakat. Jakarta: Media Bangsa.
Ardhiyanti, Y., Lusiana, N., & Megasari, K. (2015). Bahan Ajar AIDS Pada Asuhan Kebidanan. Yogyakarta: CV Budi Utama.
BBC News Indonesia. (2019, Februari 12). Dipetik Februari 2019, 18, dari BBC News Indonesia: https://www.bbc.com/indonesia/amp
Becquet R, Marston M, Dabis F, Moulton LH, Gray G, Coovadia HM, & Essex M. (2012). Children Who Acquire HIV Infection Perinatally Are at Higher Risk of Early Death than Those Acquiring Infection through Breastmilk. PLos ONE, 1-8. DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0028510
Cahyati, W. H., & Ningrum, D. N. (2013). Biostatistika Inferensial. Semarang: Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Chai, G., Kazuhiko, M., Xiaonan, W., & Khonglai, Z. (2007). Knowledge, Attitudes, Beliefs, and Practices of Chinese Migrants in Nairobi, Kenya and Dar Es Salaam, Tanzania toward HIV/AIDS. Tropical Medicine and Health, 11-18. DOI: https://doi.org/10.2149/tmh.35.11
Dinkes. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Ditjen P2P. (2017). Laporan Situasi Perkembangan HIV IDS & PIMS di Indonesia Bulan Januari sampai Desember 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Eunike, R. R. (2005). Psikologi Kesehatan . Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.
Febrianti. (2017, June). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stigma terhadap Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). Journal Endurance, 2, 158-167. DOI: https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1300
Fitriani, E. (2018, Mei 17). Solo Tribunnews. Diambil kembali dari Tribun Solo: solo.tribunnews.com
Hati, K., Shaluhiyah, Z., & Suryoputro, A. (2017, Januari). Stigma Masyarakat terhadap ODHA di Kota Kupangn Provnsi NTT. Jurnal Promosi Promosi Kesehatan Indonesia, 12, 62-77. DOI: https://doi.org/10.14710/jpki.12.1.62-77
Herek, G., Capitanio, J., & Widaman, K. (2002). HIV related stigma and knowledge in the United States: prevalence and trends 1991-1999. American Journal of Public Health, 371-7. DOI: https://doi.org/10.2105/AJPH.92.3.371
Hidayat, U. R., Waluyo, A., & Maria, R. (2017). Sikap Masyarakat pada ODHA di desa Serangkat Kabupaten Bengkayang Propinsi Kalimantan Barat. Jurnal Vokasi Kesehatan, 1, 22-27. DOI: https://doi.org/10.30602/jvk.v3i1.82
Hossain, M., & Kippax, S. (2010). Stigmatized Attitudes Toward People Livibf With HIV in Bangladesh Health Care Workers' Perspectives. Asia-Pacific Journal Public Health, 171-182. DOI: https://doi.org/10.1177/1010539509346980
Katili, M. I., Indrati, R., & Kartikasari, Y. (2012). Sikap dan Tindakan Ibu dengan HIV AIDS terhadap Stigma dan Diskriminasi Masyrakart di Kota Semarang. LINK, 8, 215-220.
Kemenkes. (2014). Situasi dan Analisis HIV AIDS. Jakarta: Pusat Data dan Informasi.
Kemenkes. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Tengah. (2010). Peraturan Gubernur Nomor 72 Tahun 2010. Semarang: Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Tengah.
Li, X., Wang, H., He, G., Fennie, K., & Williams, A. (2012). Shadow on my heart: a culturally grounded concept of HIV stigma among Chinese injection drug users. Journal of the Association of Nurses in AIDS Care, 52-6 DOI: https://doi.org/10.1016/j.jana.2011.07.002
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Siti Latipah, Cabela Milanda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta atas artikelnya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal.
- Artikel dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Siapa pun boleh menyalin, menyebarkan, dan mengadaptasi artikel untuk tujuan apa pun, asalkan mencantumkan sumber aslinya dan membagikan karya turunannya dengan lisensi yang sama. Artikel yang terbit sebelum perubahan lisensi ini tetap berlisensi CC BY-NC 4.0, sesuai yang tercantum pada artikelnya.
- Penulis boleh mengarsipkan versi pra-cetak, pasca-cetak, maupun PDF terbitan di repositori institusi atau tempat lain, dengan menyebutkan publikasi pertamanya di jurnal ini.

