Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Di Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

Authors

  • Nuril Absari Program Studi Kebidanan Program Sarjana STIKES Tri Mandiri Sakti, Bengkulu, Indonesia Indonesia
  • Choralina Eliagita Program Studi Kebidanan Program Sarjana STIKES Tri Mandiri Sakti, Bengkulu, Indonesia Indonesia
  • Heni Anggraini Program Studi Kebidanan Program Sarjana STIKES Tri Mandiri Sakti, Bengkulu, Indonesia Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36474/caring.v7i1.263

Keywords:

Pengetahuan, Pekerjaan, Pendidikan, Imunisasi Campak

Abstract

Latar Belakang : Lima tahun terakhir kasus campak dan rubella banyak bermunculan di Indonesia. Hingga desember 2018 sebanyak 57.056 kasus campak dan rubella yang dilaporkan. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi lanjutan campak rubella pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Metodologi : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita berusia 25 bulan sampai 59 bulan di Wilayah KerjaPuskesmas Tebing Tinggi pada bulan  April s/d Juli 2021. Tekhnik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental samplingdengan jumlah sampel 56 orang ibu hamil.Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data skunder didapatkan dengan melihat catatan buku KIA dan Data primer menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian yang didapatkan dari 56 responden terdapat 27 responden berpengetahuan kurang, 12 responden berpengetahuan cukup dan 17 responden berpengetahuan baik, 56 responden terdapat 33 responden bekerja yang jauh dan 23 responden tidak bekerja Dari 56 responden terdapat 30 orang dengan pendidikan dasar, 17 orang dengan pendidikan menengah dan 9 orang dengan pendidikan tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Kesimpulan : Disarankan puskesmas khususnya bidan melakukan penggunaan pada program imunisasi khususnya imunisasi lanjutan campak rubella yang dapat dilakukan dengan membentuk kader masyarakat dalam melakukan pendekatan kepada ibu hamil, nifas dan ibu yang memiliki anak bayi.

 

Kata Kunci: 

Pengetahuan, Pekerjaan, Pendidikan, Imunisasi Campak

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmadi. 2016. Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi. Depok: PT. Rajagrafindo Persada

Al-Rahmad.2016.Perolehan imunisasi campak menurut faktor predisposisi, pendukung dan pendorong di Puskesmas Lhoknga. Ide aNursing Journal.6 (1): 51–60.

Arikunto. 2016. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Astrianti. 2017. Faktoryang mempengaruhitingkatkelengkapanimunisasi lanjutan pada anak bawah tiga tahun di Puskesmas I Denpasar Selatan Tahun 2017[skripsi]. Denpasar :Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Bashira, N, I.2017. Wawancara Penyakit Campak Rubella.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan. 2018. Profil Kesehatan Sumatra Selatan Tahun 2018.

Dinkes Kabupaten Empat Lawang. 2018. Profil Kesehetana Kabupaten Empat Lawang Tahun 2018.

Dompas. 2013. Gambaran pemberian imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan. JurnalIlmiah Bidan. 2(2): 2339-1731.

Fuad, I. 2016. Dasar-dasar Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.

Hanum, Zubaidah (2020). Campak dan Rubella Bisa Jadi Wabah Baru di 2020. Humaniora

Harli, M. (2019). Persepsi Orang Tua terhadap Pemberian Imunisasi MR pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Agama di Kecamatan Megang Sakti. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 14 / No. 2 / Agustus 2019. DOI: https://doi.org/10.14710/jpki.14.2.81-91

Hegar, B. 2014. Panduan Imunisasi Anak: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara

IDAI. 2017. Jadwal imunisasi 2017. Jakarta: Badan PenerbitIkatan Dokter Anak Indonesia

Irmayanti, K 2016. Konsep Dasar Pengetahuan dan Sikap. Jakarta: Salemba Medika

Jannah.2015. Mengenal & Memahami Bahaya TORCH Bagi Wanita Hamil dan Janin dalam Kandungannya.Yogyakarta:KATAHATI.

KementerianKesehatanRI.2018. Profil Kesehatan Indonesia 2018. Kementrian Kesehatan

Lexi. 2019. Faktor yang mempengaruhi Keikutsertaan ibu yang memiliki Anak umur 9 bulan hingga 5 tahun untuk Imunisasi MR di Puskesmas Senapelan Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5 (2). 2541-4542. DOI: https://doi.org/10.35329/jkesmas.v5i2.515

Maesaroh Siti.(2019). Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Imunisasi Mr Ibu Memiliki Balita Usia 9-59 Bulan. Jurnal maternitas Aisyah. Vol 1No 2.

Maharani renanda.(2019). Hubungan Pengetahuan ibu tentang imunisasi tambahan measles rubella (MR) dengan motivasi dalam pemberian Vaksin MR pada Balita di Posyandu Balita Desa Sekaran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Skripsi (S1) thesis Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Notoadmodjo, 2014. Promosi Kesehatan Teori Dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta

Novita, N. 2014. Promosi Kesehatan Dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika

Novitasari,YD.2015.Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan di Posyandu Kencana Sendangrejo Grobongan. [skripsi]. Surakarta: Stikes Kusuma Husada.

Nurazisah. 2012. Gambaran pengetahuan ibu tentangimunisasi booster pada anak di Kota Makassar tahun 2012. [skripsi]. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Permenkes. 2017. Peraturan menteri kesehatan republik Indonesia nomor12tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi. Jakarta: Menkes RI

Prabandari (2018). Beberapa Faktor yang berhubungan dengan penerimaan ibu terhadap imunisasi Measles Rubella pada anak SD di Desa gompang, Kecamatan kertaSura Kabupaten Suku Harjo . Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6 (4), 2356-3346

Pinem. Srilina (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Balita Dalam Pemberian Imunisasi Campak Di Posyandu Desa Pertibi Tembe Kec.Merek Tahun 2019. CHMK Health jurnal. Vol 4 (2 DOI: https://doi.org/10.33377/jkh.v4i2.76

Ukhtil Huvaid, Sevilla (2019) faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak pada balita. Jurnal riset hesti Medan. V4i2.139 DOI: https://doi.org/10.34008/jurhesti.v4i2.139

Sari DD.2018.Faktor-faktor pada ibu yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar bayi di wilayah kerja Puskesmas Kopri Kecamatan Sukarame Kota Bandar lampung [skripsi]. Lampung: Universitas Lampung.

Retnawati, Heni. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi lanjutan di desa sidoharjo puskesmas pringsewu. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 10 (1) DOI: https://doi.org/10.52657/jik.v10i1.1311

Sutrantri, 2015. Asuhan Kebidanan pada kehamilan dan persalinan. Jakarta: Salemba Medika

Zakiyah. 2016. HubunganantaraPeran Petugas Kesehatan dengan Cakupan ImunisasiperAntigen Tingkat Puskesmasdi Kabupaten Jember. Artikel Ilmiah

WHO.2019. Measles Imunization. https://www.who.int/news/item/23-12-2002-to-save-lives-who-rushes-medical-supplies-to-drought-ridden-ethiopia

Additional Files

Published

08/10/2023

How to Cite

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Di Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. (2023). CARING (Center of Publication in Midwifery and Nursing) : Jurnal Publikasi Penelitian Kebidanan Dan Keperawatan, 7(1), 39-48. https://doi.org/10.36474/caring.v7i1.263