Hubungan Peran Orangtua dalam Meningkatkan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada Anak Retardasi Mental
DOI:
https://doi.org/10.36474/caring.v2i2.39Keywords:
Peran orang tua, Tingkat kemandirian, Activity Daily Living, Retardasi MentalAbstract
Anak dengan retardasi mental mengalami penurunan fungsi intelektual, adaptasi social, dan gangguan perkembangan. Anak dengan retardasi mental mengalami kesulitan dalam pemenuhan ADL (activity daily living ) seperti makan, minum, berpakaian, toileting, dan lain-lain. Sehingga membutuhkan peran orangtua dalam membantu mereka melakukan ADLnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan tingkat kemandirian activity daily living (ADL) pada anak retardasi mental di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik Sampling dengan purposive sampling sebanyak 46 orang tua anak dengan retardasi mental. Analisis data dilakukan dengan uji Kendall Tau dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa peran orang tua yang mendampingi anak retardasi mental di Yogyakarta dengan kategori tinggi sebanyak (58,7%). Tingkat kemandirian activity daily living pada anak retardasi mental dengan kategori tinggi sebanyak (47,8%). Hasil uji Kendall Tau diperoleh nilai p (0,007) < 0,05 dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,380. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan tingkat kemandirian activity daily living (ADL) pada anak retardasi mental di Yogyakarta. Melalui penelitian ini diharapkan anak retardasi mental yang didampingi dan dimotivasi orangtua lebih mampu secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti ADL nya.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Masta Hutasoit, Sartika Sartika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta atas artikelnya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal.
- Artikel dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Siapa pun boleh menyalin, menyebarkan, dan mengadaptasi artikel untuk tujuan apa pun, asalkan mencantumkan sumber aslinya dan membagikan karya turunannya dengan lisensi yang sama. Artikel yang terbit sebelum perubahan lisensi ini tetap berlisensi CC BY-NC 4.0, sesuai yang tercantum pada artikelnya.
- Penulis boleh mengarsipkan versi pra-cetak, pasca-cetak, maupun PDF terbitan di repositori institusi atau tempat lain, dengan menyebutkan publikasi pertamanya di jurnal ini.

