Harga Diri pada Orang Terkonfirmasi Positif HIV di Tahun Pertama
DOI:
https://doi.org/10.36474/caring.v4i1.176Keywords:
harga diri, HIV, AIDSAbstract
Harga diri merupakan sebuah komponen penting dalam kehidupan orang dengan HIV/AIDS. Harga diri dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian inin adalah untuk melakukan penelusuran tentang harga diri pada orang terkonfirmasi positif HIV di tahun pertama. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi deskriptif. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh orang dengan HIV/AIDS yang menjalani pengobatan di RSD Mangusada. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive. Pengumpulan data harga diri menggunakan kuisioner Rosenberg Self Esteem Scale. Analisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian ini menggambarkan sebagian besar orang dengan HIV di tahun pertama berada pada kategori harga diri rendah 23 (52%), rata-rata usia responden adalah 33,27 tahun, didominasi oleh laki-laki sebanyak 30 (68%), tingkat pendidikan responden sebagian besar SLTA 27 (615), serta didominasi oleh responden yang sudah menikah 37 (84%). Temuan pada penelitian menjelaskan bahwa harga diri pada orang terkonfirmasi positif HIV di tahun pertama sebagian besar berada pada kategori rendah. Untuk itu identifikasi yang dilakukan sejak dini perlu dilakukan guna kefektifan pemberian asuhan keperawatan
Downloads
References
Deeks, S. G., Lewin, S. R., & Havlir, D. V. (2013). The end of AIDS: HIV infection as a chronic disease. The Lancet, 382(9903), 1525–1533.
Fitri, M. (2017). Hubungan Harga Diri dengan Kejadian Depresi pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Di Yayasan Sadar Hati Malang. Universitas Brawijaya. Retrieved from http://repository.ub.ac.id/512/1/Minchatul Fitri.pdf
Gausset, Q., Mogensen, H. O., Yameogo, W. M. E., Berthé, A., & Konaté, B. (2012). The ambivalence of stigma and the double-edged sword of HIV/AIDS intervention in Burkina Faso. Social Science and Medicine, 74(7), 1037–1044. DOI: https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2011.11.044
Halli, S. S., Khan, C. G. H., Moses, S., Blanchard, J., Washington, R., Shah, I., & Isac, S. (2017). Family and community level stigma and discrimination among women living with HIV/AIDS in a high HIV prevalence district of India. Journal of HIV/AIDS and Social Services, 16(1),4–19.
Hemati, Z., & Kiani, D. (2016). The relationship between self-esteem and quality of life of patients with idiopathic thrombocytopenic purpura at Isfahan’s Sayed Al-Shohada Hospital, Iran, in 2013. International Journal of Hematology-Oncology and Stem Cell Research, 10(2), 79–84.
Joint United Nations Programme on HIV and AIDS. (2018). UNAIDS Data 2018. Geneva.
Juth, V., Smyth, J. M., & Santuzzi, A. M. (2008). How do you feel? Self-esteem predicts affect, stress, social interaction, and symptom severity during daily life in patients with chronic illness. Journal of Health Psychology, 13(7), 884–894 DOI: https://doi.org/10.1177/1359105308095062
Korwin-Piotrowska, K., Korwin-Piotrowska, T., & Samochowiec, J. (2010). Self multiple sclerosis. Archives of Psychiatry and Psychotherapy, 12(3), 63–68.
Manhas, C. (2014). Self-esteem and quality of life of people living with HIV/AIDS. Journal of Health Psychology, 19(11), 1471–1479. DOI: https://doi.org/10.1177/1359105313493812
Orth, U., & Robins, R. W. (2014). Selfesteem development from young adulthood to old age: A cohortsequential longitudinal study. Journal of Personality and Social Psychology, 98, 645-658. Psychological Science, 23, 381–387.
Purwaningsih, P., Asmoro, C. P., & Prastiwi, Y. A. (2019). Self-esteem and motivation with adherence of people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Indonesia with antiretroviral therapy: A cross-sectional study. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 1–7. DOI: https://doi.org/10.1515/ijamh-2019-0051
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Gede Arya Bagus Arisudhana, Ni Kadek Widyantari Giri, I Ketut Buana Yasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta atas artikelnya dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal.
- Artikel dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Siapa pun boleh menyalin, menyebarkan, dan mengadaptasi artikel untuk tujuan apa pun, asalkan mencantumkan sumber aslinya dan membagikan karya turunannya dengan lisensi yang sama. Artikel yang terbit sebelum perubahan lisensi ini tetap berlisensi CC BY-NC 4.0, sesuai yang tercantum pada artikelnya.
- Penulis boleh mengarsipkan versi pra-cetak, pasca-cetak, maupun PDF terbitan di repositori institusi atau tempat lain, dengan menyebutkan publikasi pertamanya di jurnal ini.

